Jumat, 13 November 2009

Penting Buat Yang Punya Motor

Peranan oli pelumas sangat penting bagi mesin, khususnya untuk mesin motor maupun mobil. Namun apabila tidak sesuai dengan anjuran produsen mesin tersebut, tentunya akan mendatangkan masalah bagi mesin itu sendiri. Banyak kasus teman-teman yang mengisi oli melebihi batas maksimal dari yang dianjurkan, juga banyak teman-teman yang mengisi oli mesin mobil ke dalam mesin motornya. Wah, wah.. semoga tidak terjadi pada mesin motor maupun mobil kita.

Pada mesin mobil dan motor disediakan alat untuk mengukur kapasitas oli yang ada di mesin, sering disebut dengan Deepstick Oil. Pada Deepstick Oil tersebut ada petunjuk High dan Low.

Pada permukaan deepstick oil kita bisa melihat seberapa banyak jumlah oli dalam mesin. Jika masih dalam batas toleransi , maka oli maupun mesin masih dianggap normal, tapi ika sudah dibawah batas Low maka secepatnya diganti ,atau dengan ukuran berapa ribu kilometer umur oli tersebut.




Bagaimana jika oli melebihi batas High ?

Misalnya kita punya sepeda motor bebek dengan kapasitas oli 800 cc, kemudian kita ganti oli kok adanya kalengan 1000 cc. Beberapa bengkel tidak ambil pusing mengenai hal ini, begitu ganti kalo yang punya motor nggak negur ya udah diisi 1000 cc. Lantas jika kapasitas 800 cc dikasih 1000 cc bukankah motor jadi tambah halus karena salah satu fungsi oli adalah peredam getaran mesin? jawabannya Ya. Masalahnya adalah ada nggak efek negatif dari kelebihan oli pelumas ini? Jelas ADA. Kita coba pilah-pilah per point biar enak dibaca ;

  • Apabila kapasitas oli berlebihan, maka putaran poros engkol / crankshaft akan menyentuh genangan oli yang ada di bak carter, sehingga membuat oli menjadi berbusa yang berisi udara/gas. Hal ini dapat menimbulkan oli menjadi lebih cepat panas / overheat, beroksidasi dan kehilangan tekanan oli (loss of oil pressure).
  • Oli yang berbusa sukar untuk dipompa ke bagian yang agak tinggi, sehingga komponen mesin yang seharusnya mendapatkan pelumasan menjadi kering, dan akan cepat aus,rusak / macet.
  • Oli yang berbusa akan membuat tekanan gas yang berlebihan di dalam ruang mesin, sehingga volume udara akan meningkat dan melalui jalur sirkulasi (PCV) akan terdorong (blow by gas) ke filter udara. Akibatnya filter udara menjadi basah oli. Ini yang sering terjadi termasuk pada motor saya.
  • Tekanan udara dari oli yang berbusa tersebut, juga merembes keluar melalui seal-seal yang ada di mesin. Oli jadi cepat habis karena keluar.
  • Oli yang berlebihan juga mengganggu plat kopling (clutch) khusus pada motor. Karena plat kopling menjadi terendam oli, sehingga terlalu banyak oli yang membasahi plat kopling tersebut dan menjadi selip. Normalnya, oli akan terlempar dengan sendirinya oleh putaran plat kopling (clutch) tersebut. Jika plat kopling selip, maka akan mengurangi umur pakainya, kehilangan tenaga dan pemborosan bensin.



Bolehkah motor pake pelumas mobil?


Jawabannya TIDAK BOLEH. ................Kenapa?

Pada mobil, posisi antara blok mesin dan bak transmisi terpisah tidak menjadi satu. Oli mesin mobil dibuat hanya untuk melumasi metal crankshaft, pen piston dan komponen didalam ruang blok mesin. Oli mesin ini didalamnya ditambah zat aditif Friction-Modifiers yang berfungsi memperkecil gesekan metal dan membuat semacam lapisan tipis/ film antar kedua logam. Sedangkan untuk Vressnelleng atau rangkaian roda gigi ada oli khusus yang lebih kental dengan karakter yang berbeda.

Pada mesin motor, antara blok mesin dan roda gigi menjadi satu kesatuan, sehingga minyak pelumasnya jelas berbeda karena harus memenuhi kebutuhan pelumasan engkol / crankshaft dan rangkaian roda gigi sekaligus.

Jika pelumas mobil dipasang pada motor, yang menjadi korban adalah peranti reduksi putaran alias roda gigi dan kopling (clutch) karena tidak akan mendapatkan perlindungan yang maksimal. Friction-Modifiers pada oli mesin mobil akan membuat kopling terlalu licin alias tidak menggigit, akibatnya kopling selip, umur pendek, motor tidak lari, bensinpun jadi boros. Karena putaran dari mesin tidak dapat ditransfer sepenuhnya ke poros roda gigi dan hanya tertahan pada plat-plat kopling.

Nah..sekarang sudah jelas kan, intinya kita harus menempatkan sesuatu pada tempatnya karena motor yang sudah jadi tentunya sudah dirancang sedemikian rupa, dihitung sampai hal-hal yang sangat detail dari bahan komponen sampai pelumasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar